Dalamkitab Wahyu ada tujuh meterai. Secara berurutan dibuka dari satu sampai keenam. Sebelum dibukakannya meterai ketujuh diperlihatkan tentang 144 ribu orang keturunan Israel yang selamat. dan sejumlah orang yang tidak terhitung jumlahnya akan diselamatkan. Setelah itu barulah meterai ketujuh dibuka dan mulailah sangkakala dibunyikan. Baca: Dajjal Telah Bersiap Membebaskan Diri dari Penjaranya. 1. Orang-orang Yahudi. Sebagaimana sabda Rasulullah Muhammad Shallallahu alahi wassalam yang diriwayatkan Anas bin Malik, bahwa kelak Dajjal akan diikuti oleh 70 ribu orang yahudi dari isfahan (sekarang masuk wilayah Iran_red) memakai baju tebal berjahit. Indonesiadi Akhir Zaman Menurut Syaikh Imran Hosein. Oleh M. Abdullah Badri. SYAIKH Imran Nazar Hosein (79) adalah kiai berthariqah Qadiriyah pakar Eskatologi Islam asal Trinidad-Tobago, Amerika Selatan, yang bermimpi ingin tinggal di Indonesia pada tahun-tahun akhir hidupnya. Ngutang ke tetangga tanpa riba juga bisa. Menurutnya, beras dan ceritamanusia di akhir zaman, masalah, solusi hidup, pelajaran, kehidupan masa depan Nah dari gedung yg sama , setelah dapet hasil / form kesehatan kita naik ke lantai atas untuk bayar asuransi @ rp 30 ribu / sim jadi total 60 ribu , dan biaya perpanjangan sim C : 75 ribu dan sim A : 80 ribu , dari sini kita diberi form lagi untuk di isi SementaraEthereum (ETH) menuju ke level 1.682,22 ribu dolar AS, setelah merosot 2,35 persen dalam 24 jam terakhir. Baca juga: Bitcoin Stabil di Atas 23.000 Dolar, Investor Diimbau Waspada Potensi TRIBUNNEWSCOM, JAKARTA - Investor di sektor komoditas minyak, batu bara, dan crude palm oil (CPO) diproyeksi masih bisa menambah keuntungan atau cuan hingga akhir 2022. Senior Investment . Tanya SRM Kenapa di akhir zaman semakin banyak orang yang melakukan riba? Jawaban SRM Sahabat SRM, kita hidup di akhir zaman dimana riba telah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat. Riba menyebar baik ke masyarakat golongan atas maupun bawah, menyebar baik ke masyarakat tidak berpendidikan maupun berpendidikan. Kini hampir seluruh sendi kehidupan masyarakat telah terjangkit riba bahkan mereka yang berusaha menjauh dari ribapun masih terkena debu riba. Inilah bukti bahwa kita saat ini telah memasuki akhir zaman. Inilah pentingnya menjalankan pesan riba di akhir zaman. Rasulullah bersabda "Akan tiba masanya, kamu tidak akan dapat menjumpai seorang pun di dunia ini yang tidak akan memakan riba. Dan sekalipun jika seseorang menyatakan bahwa dia tidak memakan riba, ia tetap terkena debu riba." Abu Daud Banyak sekali faktor yang menyebabkan orang di akhir zaman berbondong-bondong dengan mudahnya terjebak ke dalam riba. Berikut beberapa faktor penyebabnya 1. Banyak presepsi salah tentang riba Salah satu faktor semakin tersebar luasnya riba adalah banyak presepsi masyarakat yang salah tentang riba. Banyak pihak yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat dengan menanamkan presepsi yang salah tentang riba. Presepsi yang salah tentang riba terus diluncurkan oleh pihak tertentu agar masyarakat beranggapan bahwa riba sesuatu yang halal, biasa, modern dan kekinian. Ketika banyak presepsi yang salah tentang riba maka banyak orang masuk kedalam perangkap riba karena terhipnotis oleh presepsi. Riba dianggap sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman, akibatnya banyak yang menghalalkan riba demi menjawab tantangan zaman. Sedikit demi sedikit larangan riba telah ditinggalkan dan keharaman riba dianggap sebagai suatu yang aneh, asing dan ketinggalan zaman. "Islam datang dalam keadaan yang asing, akan kembali pula dalam keadaan asing. Sungguh beruntungnlah orang yang asing” HR. Muslim. 2. Ilmu riba sedikit demi sedikit diangkat Semakin dekatnya akhir zaman ditandai dengan diangkatnya ilmu oleh Allah SWT dengan cara diwafatkannya para ulama bersama dengan ilmunya. Sedikit demi sedikit cahaya kebenaran tentang riba yang menerangi umat setelah diwafatkannya para ulama hilang dan perlahan padam. Hanya tinggal sedikit ulama akhir zaman yang dapat memancarkan cahaya kebenaran yang hakiki. “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka memberikan fatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan orang lain.” Muttafaqun alaih. Salah satu ilmu yang mulai hilang dikalangan umat adalah tentang Pelajaran Dibalik Hadis Komoditi dan Hewan Ternak. Ketika ilmu tentang riba hilang maka dengan sendirinya akan menyebar. Larangan riba hanya tinggal cerita dan sejarah. 3. Hilangnya dakwah riba Semakin menyebarluasnya riba juga dipengaruhi faktor semakin berkurangnya dakwah dalam masyarakat. Masyarakat melakukan riba karena banyak yang belum mengetahui definisi riba, tahapan-tahapan pelarangan riba, dampak dan dosa riba serta solusinya sehingga banyak yang melakukan riba tapi tidak menyadari bahwa yang dilakukan termasuk riba karena salah memahami riba. Lihatlah saat khutbah sholat jum'at berapa persen seruan tentang riba. 4. Penyakit hedonisme dan cinta dunia Hedonisme dan cinta dunia yang kini dibumbui dengan budaya konsumtif telah menjadi sebuah budaya baru masyarakat zaman sekarang dan benar-benar telah menghancurkan tatanan kehidupan masyarakat yang ada. Budaya hedonisme cinta dunia akan membuat masyarakat rela melakukan apa saja demi memenuhi hasrat dan nafsu kesenangan dunianya, apalagi hanya sekedar melakukan riba, jelas itu tidak menjadi masalah bahkan justru dibanggakan. Budaya hedonisme cinta dunia menjadi salah satu faktor utama maraknya praktek riba zaman sekarang. Masyarakat sekarang kini telah bangga dengan praktik riba untuk sekedar berburu akan hunian, kendaraan, fashion, jam tangan dan handphone terbaru. Status atau derajat masyarakat telah berubah dan kini dinilai berdasarkan banyaknya harta, tingkat kemewahan dan luas kekuasaanya. Hingga akhirnya masyarakat saling berlomba lomba melalui berbagai cara untuk menunjukan kelas, status dan derajatnya. Semua masyarakat berkeinginan memiliki standar kemewahan tertentu yang harus dicapai agar bisa memiliki status atau derajat yang standar. Agar bisa mencapai standar kemewahan tersebut, masyarakat rela untuk melakukan apa saja termasuk dengan melakukan riba Allahu A'lam sumber Diolah dari berbagai sumber Perekonomian yang serba modern ayalnya memudahkan kita dalam segala macam transaksi. Seiring perkembangnya zaman, segala macam aspek keuangan pun semakin meningkat kemudahannya. Meskipun begitu, bahkan dengan teknologi modern yang ada, yang namanya riba belum bisa sepenuhnya dihapuskan. Maka dari itu, ada baiknya kita mengenal sejarah riba dalam sederhana, ribamerupakan tambahan yang dibebankan oleh pihak A dari pihak B yang berkaitandengan transaksi barang ribawi. Riba haram hukumnya dan islam tidak membenarkanatas praktek riba. Bahkan, di dalam Al-Qur’an, penjelasan soal dosa ribadijelaskan dalam lebih dari satu berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 275 ٱلَّذِينَ يَأْكُلُونَ ٱلرِّبَوٰا۟ لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ ٱلَّذِى يَتَخَبَّطُهُ ٱلشَّيْطَٰنُ مِنَ ٱلْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْبَيْعُ مِثْلُ ٱلرِّبَوٰا۟ ۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلْبَيْعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰا۟ ۚ فَمَن جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ “Orang-orang yang Makan mengambil riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata berpendapat, Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti dari mengambil riba, Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu sebelum datang larangan; dan urusannya terserah kepada Allah. orang yang kembali mengambil riba, Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” QS. Al-Baqarah 275 Baca jugaHukum Mengumpulkan Dana RibaHukum Riba Menurut IslamCara Membersihkan Harta RibaCara Agar Tidak Terjerumus dalam RibaCara Melunasi Hutang Riba Dalam IslamRasulullah salallahualaihi wa sallam juga meriwayatkan atasnya dalam sebuah hadist. ImamMuslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu menyampaikan “Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.”SejarahDimulainya RibaMenurut sejarah riba dalam islam, raktek riba sudah dimulai bahkan jauh sebelum turunnya Islam. Catatan yang ada, menjelaskan bahwa riba sudah mulai dikenal sejak zaman peradaban mesir kuno Firaun. Adapula prakteknya juga dilakukan di zaman peradaban Sumeria, Babilonia dan Asyuriya Irak. Dan dari semua itu, yang memperkenalkan riba kepada bangsa Arab adalah kaum-kaum ini dijelaskan dalam QS. An Nisaa ayat 160-161,Yang mana Bani Israil Umat Nabi Musa, melakukan berbagai macam praktek ribasehingga Allah menurunkan surat tersebut. Allah Berfirman وَأَخْذِهِمُ ٱلرِّبَوٰا۟ وَقَدْ نُهُوا۟ عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَٰفِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا .فَبِظُلْمٍ مِّنَ ٱلَّذِينَ هَادُوا۟ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ طَيِّبَٰتٍ أُحِلَّتْ لَهُمْ وَبِصَدِّهِمْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ كَثِيرًا Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas memakan makanan yang baik-baik yang dahulunya dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi manusia dari jalan Allah. dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang itulah yang mendasari berkembangnya praktek riba jahiliyah dikalangan bangsa Arab. Bangsa Yahudi memulai memperkenalkan riba kepada pendudukThaif dan Yastrib yang kemudian menjadi Madinah. Yang mana pada masa itubanyak sekali kekacauan karena bangsa Arab bahkan sampai menggadaikan anak,istri dan diri mereka sendiri sebagai jaminan riba. Apabila mereka tidak mempumembayar, maka mereka akan dijadikan budak kaum lain, hanya dari dua kota tersebut, orang-orang Yahudi berhasil meraup keuntungan yang tak terhingga atas praktek riba. Hal tersebut terus berlanjut hingga prakteknya masuk ke Kota Makkah. Riba pada masa itu dikenal dengan Riba jugaBahaya Riba dalam IslamMacam-macam RibaPinjaman Tanpa RibaPengertian Riba Menurut IslamHukum Riba Dalam IslamBentuk-bentuk Riba JahiliyahRiba pada zaman dahulu memiliki resiko yang sangat tinggi atas bungayang dibebankan. Bahkan sampai hari ini, kadang banyak juga praktek-praktekyang serupa. Berikut adalah Riba yang muncul pada zaman Jahiliyah Apabila seorang meminjam 10 keping emas,maka pada waktu yang telah ditentukan, dia harus mengembalikannya sebanyak 11keping emas bunga 1 keping emasMisalkan dalam waktu yang sudahditentukan Hutang 11 keping emas tersebut tidak mampu dikembalikan, maka akandiberi toleransi waktu, dengan ketentuan membayar bunga yang lebih yang membeli barang secara tidaktunai kredit, bila tidak melunasi hutang hingga masa jatuh tempo, maka dia harusmelunasi barang yang ia beli sekaligus membayar denda keterlambatan dendaketerlambatan semakin meningkat seiring mundurnya waktu pembayaranAtas praktek tersebutnyatanya sangat memberatkan, pasalnya pada zaman dahulu Tidak ada upaya untukmelindungi hak-hak pihak penghutang atas pihak pemberi hutang. Sehinggaprakteknya tidak jarang terjadi penindasan dan yang paling parah akan berakhirdengan juga kita lantastidak boleh membenarkan transaksi riba yang terjadi pada masa kini hanya karenaada perlindungan hak yang terjadi. Pasalnya, Allah SWT sudah melarang adanyariba dan hukumnya tetap tidak RibaSetelah kita tau latar belakangnya. Kita tentunya harus mempelajari lebih dalam atas jenis-jenis riba. Riba secara umum dibagi menjadi dua yaitu riba utang-piutang dan riba Riba Utang PiutangRibaQardh, adalah memberikan tambahan tertentu atas penghutangdari hutang yang dipinjamkan. Contoh Anda meminjam uang sebesar Rp. 100 Ribu,kemudian saat masa jatuh tempo anda harus mengembalikannya sebesar Rp. 120 adalah memberikan tambahan tertentu atas penghutangdari hutang yang dipinjamkan. Apabila tidak mampu membayar saat waktu yangditentukan, maka akan dikenakan denda denda akan terus bertambah seiringberjalannya waktu. Contoh Anda meminjam uang sebesar Rp. 100 Ribudengan ketentuan harus dibayarkan pada bulan Januari, apabila anda terlambatmembayar, bulan berikutnya anda wajib membayar denda sebesar 50 ribu. Dendaakan didapat Terus menerus hingga berlaku kelipatan per bulan. Sampai andabenar-benar bisa melunasi hutang jugaKonsep Wakaf Tunai Dalam Prespektif Ekonomi IslamManfaat Logika Dalam Ekonomi IslamEtika Jual Beli Dalam Ekonomi IslamFungsi Uang Dalam IslamUang dalam Ekonomi Islam2. Riba jual-beliRibaFadhl, adalah pertukaran barang sejenis dengan kadar yangberbeda. Sedangkan barang yang menjadi obyek transaksi masih merupakan barangribawi. Contoh A menukarkan beras miliknya sebesar 2KGdengan beras sebesar 4KG milik B yang memiliki kualitas buruk. Karenaperhitungannya tidak setara dan tidak jelas, maka transaksi ini adalah pertukaran antar barang ribawi yang terjadipenundaan atas akad dan tidak memiliki kesetaraan pada saat transaksi. Contoh Anda ingin menukarkan emas 24dengan emas 21 karat berdasarkan pada timbangan yang sama. Namun emas 24 karatyang dimaksud baru diserahkan satu minggu lagi setelah transaksi dilaksanakan. Hal ini tidak diperbolehkankarena saat akad barang tidak ada.….Tentunya atas penjelasan perihal sejarah riba dalam islam diatas, kita dapat memahami beberapa hal yang berkaitan dengan transaksi yang tidak diperbolehkan. Sesungguhnya Allah SWT mengharamkan riba karena suatu alasan dan alasan tersebut adalah untuk kebaikan manusia sendiri. Apapun itu, semoga tulisan diatas bermanfaat dan kita selalu diberikan kemudahan untuk terus belajar di jalan yang benar. Amin, InsyaAllahHamsa, Sahabat SRM, kita hidup di zaman dimana riba telah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat. Riba menyebar baik ke masyarakat golongan atas maupun bawah, menyebar baik ke masyarakat tidak berpendidikan maupun berpendidikan. Inilah masanya dimana sekarang tidak ada seorang pun yang tidak memakan riba. Bahkan mereka yang berusaha menjauh dari ribapun masih terkena debu riba. Inilah bukti bahwa kita saat ini telah memasuki akhir zaman. Rasulullah bersabda "Akan tiba masanya, kamu tidak akan dapat menjumpai seorang pun di dunia ini yang tidak akan memakan riba. Dan sekalipun jika seseorang menyatakan bahwa dia tidak memakan riba, ia tetap terkena debu riba." Abu Daud Saat akhir zaman telah tiba, banyak pesan-pesan khususnya terkait dengan riba. Berikut beberapa pesan riba di akhir zaman 1. Di akhir zaman jangan sembarangan mengikuti fatwa atau pendapat ulama Semakin dekatnya akhir zaman ditandai dengan diangkatnya ilmu oleh Allah SWT dengan cara diwafatkannya para ulama bersama dengan ilmunya. Sedikit demi sedikit cahaya kebenaran yang menerangi umat setelah diwafatkannya para ulama hilang dan perlahan padam. Hanya tinggal sedikit ulama akhir zaman yang dapat memancarkan cahaya kebenaran yang hakiki. “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang berilmu, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka memberikan fatwa tanpa ilmu, akhirnya mereka sesat dan menyesatkan orang lain.” Muttafaqun alaih. Ulama akhir zaman banyak yang tidak memiliki cahaya kebenaran. Hendaknya kita tidak sembarangan mengikuti fatwa atau pendapat ulama apalagi terkait riba, karena bab riba merupakan bab paling sulit menurut Ibnu Katsir. Akan ada banyak fatwa dan pendapat ulama yang berbeda tentang transaksi ekonomi dan riba. Jangan sampai kita sembarangan mengikuti fatwa atau pendapat ulama karena berdasarkan nubuat dari Rasulullah SAW akan banyak ulama yang sesat dan menyesatkan dan Rasulullah SAW menyebutnya sebagai makhluk yang paling jahat di kolong langit. “Dari Ali bin Abi Thalib Ra. ia berkata Telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Sudah hampir tiba suatu zaman akhur zaman, kala itu tidak ada lagi dari Islam kecuali hanya namanya, dan tidak ada dari Al-Qur’an kecuali hanya tulisannya hanya dibaca tanpa diikuti. Masjid-masjid mereka indah, tetapi kosong dari hidayah. Ulama mereka adalah sejahat-jahat makhluk yang ada di bawah kolong langit. Dari merekalah keluar fitnah, dan kepada mereka fitnah itu akan kembali.’” HR. al-Baihaqi. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa keadaan umat Islam di akhir zaman akan banyak bermunculan ulama yang digambarkan sebagai makhluk terburuk karena banyak mengeluarkan fitnah yang sesat dan menyesatkan. Hukum riba yang sudah jelas dibuat samar dan dibuat seakan-akan merupakan perbedaan pendapat dikalangan para ulama dan dibebaskan sesuai dengan keyakinannya sehinggat umat menjadi ragu akan suatu hukum riba. Agar tidak ikut kedalam fitnah ulama yang sesat dan menyesatkan maka bertabayyunlah dengan berfikir kritis, meniliti dan menyelidiki setiap pendapat ulama tentang riba berdasarkan pemahaman yang menyeluruh dari Al Qur'an dan Hadis. Jangan sembarangan mengikuti pendapat ulama tanpa ilmu karena Allah telah menganugerahkan akal, mata, telingga dan hati yang dapat digunakan untuk berfikir akan kebenaran dan kelak semua itu akan dimintakan pertanggungjawaban. “Wahai orang-orang beriman jika datang kepadamu seorang durhaka dengan membawa suatu berita maka selidikilah, supaya kamu tidak menimpakan musibah terhadap suatu kaum karena kebodohan, lalu kamu menyesal atas apa yang kamu telah lakukan” Al Hujurat 6 “Dan janganlah engkau mengikuti apa yang tentang itu engkau tidak mempunyai ilmu. Sesungguhnya telinga, mata dan hati, semunya akan ditanyai mengenainya” Al Isra' 36 2. Di akhir zaman simpanlah harta dalam real Akhir zaman ditandai dengan telah menyebarnya inti dari riba yaitu penggunaan uang kertas dan uang elektronik. Uang kertas atau uang elektronik dan segala bentuk uang yang tidak memiliki nilai intrinsik termasuk kedalam inti riba karena disinilah sumber riba dan menjadi sumber penindasan dan pinipuan yang dihalalkan. Uang yang demikian akan terus mengalami inflasi dan pada satu titik tertentu akan mengalami kehancuran dan tidak akan memiliki nilai. Rasulullah SAW jauh jauh hari telah memerintahkan untuk menggunakan kembali uang yang memiliki nilai intrinsik atau menyimpan hartanya dalam bentuk real seperti komoditi, tanah atau hewan ternak. Miqdam bin Maadikarib telah mengatakan bahwa dia mendengar Rasul Allah bersabda Waktu pastinya akan datang kepada umat manusia ketika hanya dinar dan dirham saja yang akan digunakan Ahmad "Harta terbaik yang dapat dimiliki di akhir zaman adalah domba yang akan dibawanya ke kaki bukit dan dikawasan dimana hujan turun, melarikan diri dengan agamanya dari sengketa umum." Bukhari Abu Bakar telah melaporkan bahwa Rasulullah bersabda kegemparan akan muncul setelah munculnya keributan yang lain, dan kemudian akan ada periode kegemparan yang mana seorang yang duduk lebih baik dari seorang yang berjalan, dan seorang yang berjalan lebih baik dari seorang yang berlari kepadanya. Bila itu terjadi dia yang memiliki unta patut tetap dengan unta-untanya, dan dia yang memiliki domba patut tetap dengan biri-birinya, dan dia yang memiliki tanah harus tetap dengan tanahnya..." Muslim Hadis diatas juga secara tidak langsung menjelaskan bahwa uang kertas dan seluruh sistemnya akan mengalami keruntuhan karena nilainya yang semakin hari semakin menurun. Uang kertas hanyalah kertas yang diakui bersama sebagai uang. Ketika kepercayaan dan transaksi tidak menggunakan uang kertas maka dengan sendirinnya uang akan runtuh. Ketika uang kertas akan runtuh maka harga barang seolah-olah akan melonjak namun sejatinya nilai uang kertaslah yang menurun, bukan harga barang. Uang elektronik seperti bitcoin jelas bukan solusi, karena memiliki karakteristik yang sama, yaitu tidak memiliki nilai intrinsik. Uang elektronik justru bisa lebih berbahaya karena hanya deretan digit digiatal yang sangat mudah untuk dihapus, dikurangi atau ditambah. Lihatlah kini negara-negara sudah mulai banyak yang meninggalkan uang kertas khususnya dollar atau diistilahkan dedollarisasi. Negara-negara kini berlomba-lomba menyimpan emas untuk persiapan keruntuhan uang kertas. Keruntuhan sisiten zalim uang kertas hanya tinggal menunggu waktu. Dari sekarang alihkan seluruh harta ke dalam harta yang real sesuai anjuran Rasulullah SAW agar harta kita tidak terus menerus mengalami pengurangan nilai. 3. Di akhir zaman sadarilah bahwa riba adalah fitnah dan ujian Akhir zaman adalah zaman yang dipenuhi berbagai fitnah dan ujian. Jangan sampai tertipu oleh tipu daya akhir zaman. Banyak yang tertipu dengan fitnah dan ujian akhir zaman. Tertipu bahwa yang dilakukannya adalah kebaikan yang dapat membawa kepada syurga namun justru sebaliknya yang dilakukannya justru membawanya ke jalan neraka. Di akhir zaman inilah banyak yang tertipu yang dilihatnya api padahal air dan sebaliknya. "Sungguh aku tahu apa yang ada bersama Dajjal, bersamanya ada dua sungai yang mengalir. Salah satunya secara kasat mata berupa air putih dan yang lainnya secara kasat mata berupa api yang bergejolak. Bila ada yang menjumpainya, hendaklah mendatangi surga yang ia lihat berupa api dan hendaklah menutup mata, kemudian hendaklah menundukkan kepala lalu meminumnya karena sesungguhnya itu adalah air dingin.” Muslim Riba merupakan salah satu ujian terbesar yang hampir sebagian besar orang telah gagal melewatinya dan bahkan telah gagal untuk mengenali dan membedakan antara riba dan bukan riba. Banyak yang tertipu dengan label syariah namun yang dilakukannya riba. Banyak juga yang menyerukan transaksi ekonomi anti riba tapi ternyata yang dilakukannya justru riba. Banyak pula yang menjadikan dan menjual agama untuk menperoleh keuntungan melalui riba. Dari Abu Hurairah ia berkata bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda “Akan keluar pada akhir zaman orang-orang yang mencari keuntungan dunia dengan menjual agama. Mereka berpakaian di hadapan orang lain dengan pakaian yang dibuat daripada kulit kambing berpura-pura zuhud dari dunia untuk mendapat simpati orang ramai dan perkataan mereka lebih manis daripada gula. Padahal, hati mereka adalah hati serigala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kepada mereka Apakah kamu tertipu dengan kelembutan-Ku? Ataukah kamu terlalu berani berbohong kepada-Ku? Demi kebesaran-Ku, Aku bersumpah akan menurunkan suatu fitnah yang akan terjadi di kalangan mereka sendiri sehingga orang yang alim cendekiawan pun akan menjadi bingung’.” HR. Tirmidzi Agar dapat melewati fitnah dan ujian akhir zaman khusunyanya ujian riba maka bersabarlah dan bersabarlah dengan senantiasa menguatkan diri dan menahan diri agar tidak terkena riba serta meninggalkan seluruh hal yang berhubungan atau terdapat perbedaan pendapat tentang riba. Jagalah keluarga agar tidak terkena riba, jauhi segala perkara yang mungkar, tinggalkan perkara yang umum yang bertentangan dengan agama serta segeralah dalam beramal. "Dari Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda,” Wahai Abu Dzar, bagaimana kamu jika berada dalam kekacauan?” Lalu beliau SAW menyilangkan jari jarinya. Abu Dzar berkata, “ Apa yang akan engkau perintahkan kepadaku, ya Rasulullah?” beliau menjawab,”Bersabarlah ! bersabarlah ! manusia akan berpura pura dengan akhlak dan perbuatan mereka.” HR Hakim dan Baihaqi Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra bahwa Rasulullah SAW bersabda , “ Bagaimana denganmu jika kamu berada di tengah kekacauan, janji janji dan amanat mereka abaikan, kemudian mereka berselisih seperti ini ?” Lalu, beliau menyilangkan antara jari jari. Abdullah bin Amr bertanya,” Lalu , dengan apa engkau menyuruhku?” Beliau menjawab, “Jagalah rumah, keluargamu, lidahmu, dan lakukanlah apa yang kamu tahu dan tinggalkan yang mungkar, serta berhati hatilah dengan urusanmu sendiri, lalu tinggalkanlah perkara yang umum.“ HR Abu Daud dan Nasa’i "Bersegeralah kamu beramal sebelum menemui fitnah ujian berat seumpama malam yang sangat gelap. Seseorang yang masih beriman pada waktu pagi kemudian pada waktu petang dia sudah menjadi kafir atau seseorang yang masih beriman pada waktu petang kemudian pada keesokan harinya dia sudah menjadi kafir. Dia telah menjual agamanya dengan sedikit harta benda dunia.” HR. Muslim 4. Di akhir zaman ikutilah jamaah yang memahami agama dan menjalankan Al Qur'an dan Sunnah Saat akhir zaman dimana fitnah khsusnya riba telah telah meluas maka pesan Rasulullah SAW adalah berlindung dengan jamaah atau kelompok yang dipimpin oleh imam yang memahami agama berdasarkan Quran dan sunnah. Jika tidak ada maka lebih baik lindungilah keluarga dan tinggalkan semua fitnah dan segala yang berhubungan dengan riba sebagaimana kisah pemuda Ashabul Kahfi. "Di antara tanda-tanda hari kiamat sebagaimana yang telah digambarkan oleh Rasulullah kepada sahabatnya Hudzaifa, adalah seperti berikut Manusia akan mengikuti sunnah yang lain dari pada sunnahku dan memberikan panduan lain dari panduanku, jadi kamu akan temukan dari mereka suatu yang dapat diambil dan suatu yang harus ditolak. Aku bertanya apakah akan ada kejahatan setelah kebaikan tersebut dan beliau menjawab Ya, akan ada manusia yang akan menyeru manusia lain ke pintu neraka jahanam dan mencampakkan mereka dengan seruan mereka itu ke dalamnya. Aku meminta Rasulullah untuk menggambarkan mereka kepada kami dan beliau menjawab Mereka adalah dari kalangan kita dan berbicara seperti kita. Aku bertanya apakah perintah yang akan diberikannya kepadaku jika memang terjadi pada zamanku dan beliau menjawab Kamu harus setia kepada jamaat yaitu komunitas kaum yang beriman dan Imam yaitu Ameer atau kepala jamaat yang mana kekuatan diberikan kepadanya melalui metode Baiat atau sumpah setia oleh yang demikian masyarakat dan pemimpinnya akan hidup dengan kehidupan yang menurut Al Quran dan Sunnah dan, oleh sebab itu, merekalah yang benar-benar mendapat pedoman. Aku berkata Jika tidak ada jamaat atau pun Imam? Beliau bersabda Maka berpalinglah dari semua kelompok itu meskipun akar pohon melilitmu hingga maut menjemputmu dan engkau tetap seperti itu." Bukhari, Muslim Allahu A'lam Sumber Diolah dari berbagai sumber 💦💥💦💥💦💥💦💥 📨 PERTANYAAN Assamualakum ustadz saya mau bertanya ustadz…. Sebelumya tolong dikoreksi kalo hadist yanf saya tanyakan ini salah. Bigini ustadz saya pernah dapat postingan dari group facebook yang kurang lebih begini bunyinya. ” Di akhir zaman nanti orang2 akan terbiasa makan dengan riba dan kalo pun mereka tidak makan dengan riba setidaknya mereka akan terkena debu2 dari riba tersebut ” mohon maaf saya lupa riwayat hadistnya. Shohih kah? 0838-1697-xxxx 📬 JAWABAN 🍃🍃🍃🍃🍃🍃 Wa’alaikumussalam, Bismillah wal Hamdulillah Haditsnya sebagai berikut عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَأْكُلُونَ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْهُ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِ Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Akan datang zamannya kepada manusia, saat itu mereka memakan riba. Kalau pun dia tidak makan secara langsung, dia akan terkena debunya.” HR. Nasa’i No. 4455, Abu Daud No. 3333, Ibnu Majah Nol 2277, Al Bazzar, 9526. Al Hakim No. 2162 Hadits ini dinilai shahih oleh Imam Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 2162, menurutnya jika Al Hasan mendengarkan hadits ini dari Abu Hurairah maka hadits ini shahih, dan ternyata hadits ini Al Hasan mendengarkan dari Abu Hurairah. Tapi dinilai dhaif oleh Syaikh Al Albani dalam banyak kitabnya, karena hadits ini munqathi’ terputus sanadnya. Terlepas dari perbedaan pendapat ulama dalam menilai keshahihan hadits ini. Tetapi secara makna hadits ini memang shahih, sbb debu riba hari ini memang sangat sulit dihindari. Riba sudah menggurita di banyak sisi hidup kita. Maka berusahalah menjauhinya, semoga Allah Ta’ala memberikan kekuatan dan mengampuni kesalahan kita. Amiin. Wallahu A’lam 🍃🌻☘🌷🌺🌾🌸🌴 ✏ Farid Nu’man Hasan Di zaman sekarang ini, sudah hampir dipastikan bahwa hampir setiap orang mengenal dan mengetahui istilah riba. Bahkan bukan hanya mengetahui, banyak sekali kaum muslim yang melakukan transaksi ribawi. Namun sebenarnya sudah taukah mereka mengenai hukum riba di dalam agama islam? Untuk menjawab pertanyaan ini kami telah menghimpun beberapa hadits tentang dengan membaca dan memahami hadits yang telah kami kumpulkan, Anda dapat mengetahui hukum riba dalam islam secara umum?Hadits 1 Barang-barang RibawiHadits 2 Laknat Bagi Para Pemakan Harta RibaHadits 3 Dosa Riba Yang Paling RinganHadits 4 Gambaran Pemakan Riba di Hari AkhiratHadits 5 Riba di Akhir ZamanHadits 6 Pemakan Riba Seolah Tenggelam di Sungai DarahHadits 7 Riba Termasuk Perkara Yang Membinasakan PelakunyaHadits 8 Saksi dan Pencatat Transaksi RibaHadits 9 Praktik Riba Mengundang Azab AllahPenutupHadits 1 Barang-barang Ribawiعَنْ مَالِكِ بْنِ أَوْسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ الْتَمَسَ صَرْفًا بِمِائَةِ دِينَارٍ فَدَعَانِي طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ فَتَرَاوَضْنَا حَتَّى اصْطَرَفَ مِنِّي فَأَخَذَ الذَّهَبَ يُقَلِّبُهَا فِي يَدِهِ ثُمَّ قَالَ حَتَّى يَأْتِيَ خَازِنِي مِنْ الْغَابَةِ وَعُمَرُ يَسْمَعُ ذَلِكَ فَقَالَ وَاللَّهِ لَا تُفَارِقُهُ حَتَّى تَأْخُذَ مِنْهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَArtinya Dari Malik bin Aus mengabarkan kepadanya bahwa dia mencari sharf barang dagangan yang akan dibelinya dengan seratus dirham. Maka Tholhah bin Ubaidullah memanggilku lalu kami saling mengemukakan harga dia membeli dariku lalu dia mengambil emas sebagai ganti pembayarannya seraya berkata “Hingga tukang gudang kami datang dari hutan”. Umar mendengar perkataan itu lalu berkata “Demi Allah, janganlah kamu meninggalkan dia hingga kamu ambil bayaran darinya karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Jual beli emas dengan emas adalah riba’ kecuali begini-begini kontan, cash, beras dengan beras adalah riba’ kecuali begini-begini kontan, cash, gandum dengan gandum adalah riba’ kecuali begini-begini kontan, cash dan kurma dengan kurma adalah riba’ kecuali begini-begini kontan, cash.” HR BukhariHadits 2 Laknat Bagi Para Pemakan Harta Ribaعَنْ مُغِيرَةَ قَالَ سَأَلَ شِبَاكٌ إِبْرَاهِيمَ فَحَدَّثَنَا عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ قَالَ قُلْتُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ قَالَ إِنَّمَا نُحَدِّثُ بِمَا سَمِعْنَاArtinya Dari Mughirah dia berkata, “Syibak bertanya kepada Ibrahim, lalu ia menceritakan kepada kami dari Alqamah dari Abdullah dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat orang yang memakan hasil riba dan yang menyuruh memakannya.” Alqamah berkata “Saya bertanya, Bagaimana dengan sekretaris pembuat akte riba dan saksi-saksinya?” dia menjawab, “Kami hanya menceritakan dari sesuatu yang kami dengar.” HR MuslimHadits 3 Dosa Riba Yang Paling Ringanعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرِّبَا سَبْعُونَ حُوبًا أَيْسَرُهَا أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُArtinya Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Riba itu mempunyai tujuh puluh tingkatan, yang paling ringan adalah seperti seseorang yang berzina dengan ibunya.” HR Ibnu MajahHadits 4 Gambaran Pemakan Riba di Hari Akhiratعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى قَوْمٍ بُطُونُهُمْ كَالْبُيُوتِ فِيهَا الْحَيَّاتُ تُرَى مِنْ خَارِجِ بُطُونِهِمْ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرَائِيلُ قَالَ هَؤُلَاءِ أَكَلَةُ الرِّبَاArtinya Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Pada malam Isra mi’raj aku mendatangi suatu kaum, perut mereka seperti rumah-rumah yang dihuni oleh ular dan dapat dilihat dari luar perut-perut mereka. Aku pun bertanya “Wahai Jibril, siapakah mereka itu?” ia menjawab, “Mereka adalah pemakan riba.” HR Ibnu MajahHadits 5 Riba di Akhir Zaman عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَأْكُلُونَ الرِّبَا فَمَنْ لَمْ يَأْكُلْهُ أَصَابَهُ مِنْ غُبَارِهِArtinya Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Akan datang kepada manusia suatu zaman, dimana mereka makan riba, dan orang yang tidak memakannya ia akan mendapatkan debunya.” HR Nasa’iHadits 6 Pemakan Riba Seolah Tenggelam di Sungai Darahسَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَيْتُ اللَّيْلَةَ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي فَأَخْرَجَانِي إِلَى أَرْضٍ مُقَدَّسَةٍ فَانْطَلَقْنَا حَتَّى أَتَيْنَا عَلَى نَهَرٍ مِنْ دَمٍ فِيهِ رَجُلٌ قَائِمٌ وَعَلَى وَسَطِ النَّهَرِ رَجُلٌ بَيْنَ يَدَيْهِ حِجَارَةٌ فَأَقْبَلَ الرَّجُلُ الَّذِي فِي النَّهَرِ فَإِذَا أَرَادَ الرَّجُلُ أَنْ يَخْرُجَ رَمَى الرَّجُلُ بِحَجَرٍ فِي فِيهِ فَرَدَّهُ حَيْثُ كَانَ فَجَعَلَ كُلَّمَا جَاءَ لِيَخْرُجَ رَمَى فِي فِيهِ بِحَجَرٍ فَيَرْجِعُ كَمَا كَانَ فَقُلْتُ مَا هَذَا فَقَالَ الَّذِي رَأَيْتَهُ فِي النَّهَرِ آكِلُ الرِّبَاArtinya Dari Samrah bin Jundub radliallahu anhu berkata; Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda “Pada suatu malam aku bermimpi dua orang menemuiku lalu keduanya membawa aku keluar menuju tanah suci. Kemudian kami berangkat hingga tiba di suatu sungai yang airnya dari darah. Disana ada seorang yang berdiri di tengah sungai dan satu orang lagi berada di tepinya memegang batu. Maka laki-laki yang berada di tengah sungai menghampirinya dan setiap kali dia hendak keluar dari sungai maka laki-laki yang memegang batu melemparnya dengan batu kearah mulutnya hingga dia kembali ke tempatnya semula di tengah sungai dan terjadilah seterusnya yang setiap dia hendak keluar dari sungai, akan dilempar dengan batu sehingga kembali ke tempatnya semula. Aku bertanya “Apa maksudnya ini?” Maka orang yang aku lihat dalam mimpiku itu berkata “Orang yang kamu lihat dalam sungai adalah pemakan riba'”. HR BukhariHadits 7 Riba Termasuk Perkara Yang Membinasakan Pelakunyaعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا هِيَ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالشُّحُّ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِArtinya Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan, ” dikatakan, “Wahai Rasulullah, apakah perkara yang membinasakan itu?” Beliau menjawab “Berbuat syirik kepada Allah, kikir, membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari peperangan dan menuduh seorang wanita mukmin yang suci dan baik berbuat zina.” HR Nasa’iHadits 8 Saksi dan Pencatat Transaksi Riba عَنْ جَابِرٍ قَالَ لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌArtinya Dari Jabir dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat pemakan riba, orang yang menyuruh makan riba, juru tulisnya dan saksi-saksinya.” Dia berkata, “Mereka semua sama.” HR MuslimHadits 9 Praktik Riba Mengundang Azab Allah قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا ظَهَرَ الزِّناَ وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِArtinya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” HR. Al Hakim.PenutupBagaimana sudah jelas mengenai gambaran riba secara umum? Dari hadits-hadits diatas sudah bisa disimpulkan ya bahwa hukum riba dalam islam adalah haram. Semoga dengan mengkaji dan memahami kumpul hadits tentang riba ini Anda akan menjauhinya ya… Oh ya jika Anda mengetahui hadits lain yang masih berkaitan dengan riba bisa tulis di kolom komentar ya!Baca Juga 5 Hadits Tentang Utang Piutang Hukum dan Keutamannya5 Hadits Tentang Pemimpin Zalim Ancaman dan Sikap Kita Juli 3, 2009 pukul 900 pm Ditulis dalam Muamalah 1 Komentar Tag memakan riba, ribaSerial pertama tentang riba Di akhir zaman sekarang ini, telah nampak praktek riba tersebar di mana-mana. Dalam ruang lingkup masyarakat yang kecil hingga tataran negara, praktek ini begitu merebak baik di perbankan, lembaga perkreditan, bahkan sampai yang kecil-kecilan semacam dalam arisan warga. Entah mungkin kaum muslimin tidak mengetahui hakekat dan bentuk riba. Mungkin pula mereka tidak mengetahui bahayanya. Apalagi di akhir zaman seperti ini, orang-orang begitu tergila-gila dengan harta sehingga tidak lagi memperhatikan halal dan haram. Sungguh, benarlah sabda Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam, لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِى الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ ، أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ “Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau haram.” HR. Bukhari no. 2083 Oleh karena itu, sangat penting sekali materi diketengahkan agar kaum muslimin apa yang dimaksud dengan riba, apa saja bentuknya dan bagaimana dampak bahanya. Allahumma yassir wa a’in. Ya Allah, mudahkanlah kami dan tolonglah kami dalam menyelesaikan pembahasan ini. Apa yang Dimaksud dengan Riba? Secara etimologi, riba berarti tambahan al fadhl waz ziyadah. Lihat Al Mu’jam Al Wasith, 350 dan Al Misbah Al Muniir, 3/345. Juga riba dapat berarti bertambah dan tumbuh zaada wa namaa. Lihat Al Qomus Al Muhith, 3/423 Contoh penggunaan pengertian semacam ini adalah pada firman Allah Ta’ala, فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ “Maka apabila Kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bertambah dan tumbuh subur.” QS. Fushilat 39 dan Al Hajj 5 Sedangkan secara terminologi, para ulama berbeda-beda dalam mengungkapkannya. Di antara definisi riba yang bisa mewakili definis yang ada adalah definisi dari Muhammad Asy Syirbiniy. Riba adalah عَقْدٌ عَلَى عِوَضٍ مَخْصُوصٍ غَيْرِ مَعْلُومِ التَّمَاثُلِ فِي مِعْيَارِ الشَّرْعِ حَالَةَ الْعَقْدِ أَوْ مَعَ تَأْخِيرٍ فِي الْبَدَلَيْنِ أَوْ أَحَدِهِمَا “Suatu akad/transaksi pada barang tertentu yang ketika akad berlangsung tidak diketahui kesamaannya menurut ukuran syari’at, atau adanya penundaan penyerahan kedua barang atau salah satunya.” Mughnil Muhtaj, 6/309 Ada pula definisi lainnya seperti yang dikemukakan oleh Ibnu Qudamah, riba adalah الزِّيَادَةُ فِي أَشْيَاءَ مَخْصُوصَةٍ “Penambahan pada barang dagangan/komoditi tertentu.” Al Mughni, 7/492 Hukum Riba Seperti kita ketahui bersama dan ini bukanlah suatu hal yang asing lagi bahwa riba adalah sesuatu yang diharamkan dalam syari’at Islam. Ibnu Qudamah mengatakan, وَهُوَ مُحَرَّمٌ بِالْكِتَابِ ، وَالسُّنَّةِ ، وَالْإِجْمَاعِ “Riba itu diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah, dan Ijma’ kesepakatan kaum muslimin.” Al Mughni, 7/492 Bahkan tidak ada satu syari’at pun yang menghalalkan riba. Al Mawardiy mengatakan, “Sampai dikatakan bahwa riba sama sekali tidak dihalalkan dalam satu syari’at pun. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala, وَأَخْذِهِمْ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ “Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal Sesungguhnya mereka Telah dilarang daripadanya.” QS. An Nisaa’ 161.Maksudnya adalah riba ini sudah dilarang sejak dahulu pada syari’at sebelum Islam. Mughnil Muhtaj, 6/309 Di antara dalil Al Qur’an yang mengharamkan bentuk riba adalah firman Allah Ta’ala, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَأْكُلُوا الرِّبَا أَضْعَافًا مُضَاعَفَةً وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.” QS. Ali Imron 130 وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا “Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” QS. Al Baqarah 275 Di antara dalil haramnya riba dari As Sunnah adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang menunjukkan bahwa memakan riba termasuk dosa besar. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ » . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ ، وَالسِّحْرُ ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِى حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ ، وَأَكْلُ الرِّبَا ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ ، وَالتَّوَلِّى يَوْمَ الزَّحْفِ ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلاَتِ » “Jauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?” Beliau mengatakan, “[1] Menyekutukan Allah, [2] Sihir, [3] Membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, [4] Memakan harta anak yatim, [5] memakan riba, [6] melarikan diri dari medan peperangan, [7] menuduh wanita yang menjaga kehormatannya lagi bahwa ia dituduh berzina.” HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89 Nabi shallallahu alaihi wa sallam pun melaknat para rentenir pemakan riba, yang mencari pinjaman dari riba, bahkan setiap orang yang ikut menolong dalam mu’amalah ribawi juga ikut terlaknat. Dari Jabir bin Abdillah, beliau berkata, لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan riba rentenir, orang yang menyerahkan riba nasabah, pencatat riba sekretaris dan dua orang saksinya.” Beliau mengatakan, “Mereka semua itu sama.”HR. Muslim no. 1598 Maksud perkataan “mereka semua itu sama”, Syaikh Shafiyurraahman Al Mubarakfury mengatakan, “Yaitu sama dalam dosa atau sama dalam beramal dengan yang haram. Walaupun mungkin bisa berbeda dosa mereka atau masing-masing dari mereka dari yang lainnya.” Minnatul Mun’im fi Syarhi Shohihil Muslim, 3/64 Dampak Riba yang Begitu Mengerikan Sungguh dalam beberapa hadits disebutkan dampak buruk dari memakan riba. Orang yang mengetahui hadits-hadits berikut ini, tentu akan merasa jijik jika harus terjun dalam lembah riba. [Pertama] Memakan Riba Lebih Buruk Dosanya dari Perbuatan Zina Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً “Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali.” HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih [Kedua] Dosa Memakan Riba Seperti Dosa Seseorang yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ “Riba itu ada 73 pintu dosa. Yang paling ringan adalah semisal dosa seseorang yang menzinai ibu kandungnya sendiri. Sedangkan riba yang paling besar adalah apabila seseorang melanggar kehormatan saudaranya.” HR. Al Hakim dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya [Ketiga] Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah Ta’ala Tersebarnya riba merupakan “pernyataan tidak langsung” dari suatu kaum bahwa mereka berhak dan layak untuk mendapatkan adzab dari Allah ta’ala. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِذَا ظَهَرَ الزِّناَ وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ“Apabila telah marak perzinaan dan praktek ribawi di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri tersebut telah menghalalkan diri mereka untuk diadzab oleh Allah.” HR. Al Hakim. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan lighoirihi -bersambung insya Allah-

riba di akhir zaman